Tentang Tag HTML yang Sudah Tidak Digunakan
Apa yang dimaksud dengan tag HTML yang sudah tidak digunakan?
Tag yang sudah tidak digunakan adalah elemen yang dihapus dari standar HTML, umumnya karena tag tersebut menjelaskan tampilan, bukan makna: font, center, big, strike, marquee, dan tag sejenisnya. Tag-tag tersebut berasal dari era ketika HTML diharapkan mengatur tampilan halaman.
Browser masih merender sebagian besar tag tersebut, itulah sebabnya tag-tag itu tetap bertahan. Bisa dirender tidak sama dengan didukung, dan dukungan tersebut merupakan bentuk kelonggaran, bukan jaminan.
Pemeriksa tag HTML usang sebenarnya menanyakan sesuatu tentang pemeliharaan. Markup dari era tersebut tidak muncul pada halaman yang baru-baru ini ditinjau ulang oleh siapa pun.
Apakah ini masih penting pada 2026?
Penalti langsungnya dapat diabaikan, dan tidak jujur jika menyatakan sebaliknya. Tidak ada mesin pencari yang menurunkan peringkat halaman hanya karena adanya tag font.
Nilainya bersifat diagnostik. Markup yang sudah usang menunjukkan konten yang tidak pernah disentuh selama bertahun-tahun, atau editor visual yang menghasilkan markup dari era sebelumnya, dan keduanya biasanya disertai masalah lain: tata letak yang tidak responsif, tidak adanya teks alt, serta tag viewport yang hilang.
Hal ini juga menandakan masalah struktural yang nyata. Markup yang mendeskripsikan tampilan alih-alih makna adalah markup yang tidak membawa informasi apa pun bagi sesuatu yang membaca halaman, bukan melihatnya.
Bagaimana tag yang sudah usang berkaitan dengan penelusuran AI
Markup presentasional tidak memberikan apa pun yang dapat digunakan parser. Tag font hanya menyatakan bahwa teks harus berukuran besar; tag heading menyatakan bahwa teks tersebut memperkenalkan suatu bagian. Hanya yang kedua yang berguna saat menentukan isi dokumen dan bagian mana yang menjawab suatu pertanyaan.
Mengganti tag presentasional dengan tag semantik adalah salah satu cara yang lebih langsung untuk membuat halaman lama dapat dipahami oleh sistem modern, dan hal ini sering kali menyingkap konten yang sebelumnya secara efektif tidak terlihat.
Halaman yang dibuat dengan cara ini sering kali sama sekali tidak memiliki struktur heading, hanya teks yang diberi gaya agar tampak seperti heading, sehingga tidak ada yang dapat mengidentifikasi tempat berakhirnya satu bagian dan dimulainya bagian berikutnya.
Penggantinya
- font, big, dan small: atur tipografi dalam CSS.
- center: gunakan perataan CSS atau flexbox.
- strike dan u: gunakan del dan ins semantik jika makna tersebut memang dimaksudkan.
- b dan i: gunakan strong dan em jika yang dimaksud adalah penekanan, bukan sekadar pemberian gaya.
- Tabel tata letak: gunakan CSS grid atau flexbox, dan gunakan tabel hanya untuk data tabular.
- frameset dan frame: dihapus sepenuhnya, tanpa pengganti langsung.
Memodernisasi markup
- Pindahkan tampilan ke CSS dan gunakan HTML untuk struktur.
- Gunakan tag heading untuk judul, bukan teks yang hanya diubah ukurannya dan ditebalkan.
- Gunakan elemen semantik seperti nav, main, article, dan footer.
- Periksa output editor, yang merupakan sumber umum markup lama yang terus muncul.
- Anggap tag yang sudah usang sebagai tanda untuk mengaudit seluruh halaman, bukan hanya baris tersebut.
Yang diperiksa alat ini
Alat ini memindai markup halaman untuk mencari elemen yang sudah usang dan dinyatakan lulus jika tidak ada yang ditemukan.
Pemeriksaan ini mencari tag usang yang telah diketahui, bukan markup yang sekadar bergaya lama, sehingga sebuah halaman dapat lulus meskipun masih dibangun dari div tata letak bertingkat tanpa struktur semantik sama sekali.
Ke mana selanjutnya
Markup lama jarang berdiri sendiri. Periksa apakah halaman memiliki
tag heading yang sebenarnya, cari
CSS sebaris yang berasal dari editor yang sama, dan pastikan halaman tersebut masih berfungsi di ponsel dengan pengujian
responsivitas seluler.